Dalam rangka 21 Tahun berdirinya Himpunan Masyarakat Karo Indonesia,Guna mengantisipasi terjadinya Penyalahgunaan Narkoba di Generasi Muda khususnya Pelajar dan Mahasiswa, Himpunan Masyarakat Karo Indonesia/Sumatera Utara (HMKI SUMUT) akan mengadakan Penyuluhan narkoba terhadap Pelajar dan Mahasiswa di Aula Martabe Bank Sumut, Selasa (25/10/2016) Mendatang.
Diperkirakan 800 Pelajar dan Mahasiswa se-Kota Medan akan mengikuti Penyuluhan tersebut.
HMKI SUMUT akan menghadirkan Narasumber Irjen Pol Drs Arman Depari sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Minola Sebayang sebagai Praktisi Hukum, dan Dr Badikenita Putri Sitepu mewakili Kalangan Akademisi.
"Satu Generasi akan Hilang ketika terus dilakukan pembiaran. Pelajar dan Mahasiswa diharapkan bisa mengetahui Bahaya, Hukuman yang diatur Undang Undang, dan pengenalan terkait Narkoba, Sehingga mereka bisa menghindar dan tentu menolaknya bila ada ajakan,’’ ujar Ruben Tarigan, SE, selaku Ketua DPD HMKI Sumatera Utara.
Ia juga berharap pendidik dapat pro aktif mengawasi anak didik mereka, terlebih dalam pergaulan di masyarakat. Apalagi, sekarang ini narkoba sudah menjamah ke lingkungan para pelajar.
Drs. H. Sudarto Purba, M.AP, Wasbang Kesbapollinmas Sumut yang juga merupakan Ketua Panita Pelaksana Acara Penyuluhan ini mengatakan akan mengadakan kegiatan lanjutan di kabupaten/kota di Sumatera Utara guna menekan Penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda.
"Acara DPD HMKI yang bekerja sama dengan BNN, Pemprovsu dan Bank Sumut ini diharapkan dapat terus digalakkan hingga peredaran narkoba di Sumatera Utara dapat hilang," tutupnya.
https://youtu.be/-sQTNonjSpY
Monday, 17 October 2016
Monday, 5 September 2016
Merga Dalam Masyarakat Karo
Masyarakat Karo memiliki nama yang dipakai secara bersama dalam lingkungan keluarga. Nama keluarga itu dikenal dengan istilah merga. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonsia (1988:559), merga adalah kelompok kekerabatan yang eksogen dan unilinear, baik secara matrilineal (garis keturunan ibu) maupun patrilineal (garis keturunan ayah).
Sementara itu, Prinst dan Darwin Prinst (1985:31) menyatakan merga adalah:
Sesuatu nama yang diwariskan secara turun temurun berdasarkan garis keturunan ayah, menurut garis lurus baik ke atas maupun ke bawah.
Dalam kutipan tersebut dijelaskan bahwa, pada masyarakat Karo penerus garis keturunan terletak pada pihak laki-laki. Sedangkan menurut Jaya S. Meliala (dalam Prinst dan Darwin Prinst, 1985:31) merga adalah kelompok unilineal kelompok tersebut membagi masyarakat Karo menjadi lima golongan besar merga yang terdapat pada masyarakat Karo. Kelima golongan besar itu tidak pernah saling
terpaut terhadap sejarah asal usulnya.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa merga adalah kelompok kekerabatan yang diwariskan secara turun-temurun berdasarkan garis keturunan ayah (patrilineal), serta membagi masyarakat yang didasarkan pada merga silima dan tidak berhubungan satu sama lainnya terhadap sejarah asal-usulnya.
Pada hakikatnya tiap orang Karo akan mewariskan merga ayahnya. Bila ia seorang laki-laki, maka ia akan menggunakan istilah merga. Sedangkan bila ia seorang perempuan ia akan menggunakan istilah beru. Merga/beru biasanya dicantumkan di belakang nama sipemakainya. Fungsinya adalah sebagai tanda
pengenalan kelompok garis keturunan atau sebagai identitas asal-usul si pemakai
merga tersebut.
Dalam hubungan antar individu merga sangat beperan untuk menentukan hubungan atau jenjang kekerabatan. Menentukan jenjang kekerabatan ini biasanya dimulai dengan ertutur (berkenalan). Suku Karo memiliki lima merga.
Menurut prinst (1996:42) sesuai dengan
Keputusan Kongres Kebudayaan Karo, 3 Desember 1995 di Sibayak Internasional
Hotel Berastagi, maka merga Ginting, Karo-Karo, Perangin-angin, Sembiring, dan Tarigan menjadi merga dalam adat-istiadat Karo. Kelima merga ini merupakan induk merga yang lazim di sebut merga silima. Setiap induk merga mempunyai sub-sub merga yang dipakai di belakang merga dalam kelompok merga silima.
Dikutip dari berbagai sumber
Sementara itu, Prinst dan Darwin Prinst (1985:31) menyatakan merga adalah:
Sesuatu nama yang diwariskan secara turun temurun berdasarkan garis keturunan ayah, menurut garis lurus baik ke atas maupun ke bawah.
Dalam kutipan tersebut dijelaskan bahwa, pada masyarakat Karo penerus garis keturunan terletak pada pihak laki-laki. Sedangkan menurut Jaya S. Meliala (dalam Prinst dan Darwin Prinst, 1985:31) merga adalah kelompok unilineal kelompok tersebut membagi masyarakat Karo menjadi lima golongan besar merga yang terdapat pada masyarakat Karo. Kelima golongan besar itu tidak pernah saling
terpaut terhadap sejarah asal usulnya.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa merga adalah kelompok kekerabatan yang diwariskan secara turun-temurun berdasarkan garis keturunan ayah (patrilineal), serta membagi masyarakat yang didasarkan pada merga silima dan tidak berhubungan satu sama lainnya terhadap sejarah asal-usulnya.
Pada hakikatnya tiap orang Karo akan mewariskan merga ayahnya. Bila ia seorang laki-laki, maka ia akan menggunakan istilah merga. Sedangkan bila ia seorang perempuan ia akan menggunakan istilah beru. Merga/beru biasanya dicantumkan di belakang nama sipemakainya. Fungsinya adalah sebagai tanda
pengenalan kelompok garis keturunan atau sebagai identitas asal-usul si pemakai
merga tersebut.
Dalam hubungan antar individu merga sangat beperan untuk menentukan hubungan atau jenjang kekerabatan. Menentukan jenjang kekerabatan ini biasanya dimulai dengan ertutur (berkenalan). Suku Karo memiliki lima merga.
Menurut prinst (1996:42) sesuai dengan
Keputusan Kongres Kebudayaan Karo, 3 Desember 1995 di Sibayak Internasional
Hotel Berastagi, maka merga Ginting, Karo-Karo, Perangin-angin, Sembiring, dan Tarigan menjadi merga dalam adat-istiadat Karo. Kelima merga ini merupakan induk merga yang lazim di sebut merga silima. Setiap induk merga mempunyai sub-sub merga yang dipakai di belakang merga dalam kelompok merga silima.
Dikutip dari berbagai sumber
Tuesday, 14 June 2016
VISIT BARUSJAHE 2017
Visit Barus jahe 2017 akan ramaikan Wisata Kabupaten Karo. Kegiatan
yang bertujuan untuk Memperteguh Semangat Aron Anak Kuta Barus jahe guna Memberdayakan
potensi Seni, Budaya dan Pertanian anak kuta Barusjahe serta meningkatkan
kesejahteraan Masyarakat Barus Jahe sekitarnya sekaligus sebagai upaya kampanye Sapta Pesona
Sadar Wisata.
Dalam Kegiatan Visit Barusjahe akan dibuat rangkaian acara yang dimulai dari Sabtu 25 Juni 2016 ini hingga puncak acara Mei 2017 nanti .
Adapun rangkaian acara yang akan di persiapkan seperti,
-
Pementasan Seni Sanggar Perlanjasira secara Live dan Pameran Lukisan galeri Barus Jambur Lige akan dilaksanakan pada,Sabtu, 25 Juni 2016 di Rumah Sibayak Barusjahe dan Pembuatan Taman Bunga Menggunakan Media Bambu Sepanjang 500 Meter di Juli 2016 di Lembah Seribu Bunga dan masih banyak lainnya
Visit Barus Jahe 2017 merupakan salah satu potensi daya
tarik wisata dan masyarakat yang benar-benar berdampak langsung terhadap
ekonomi Kerakyatan. Masyarakat akan secara langsung menikmati hasil dari
kunjungan wisatawan. “Realitas saat ini, Kegiatan Visit Barus Jahe ini dapat menjadi Wisata alternatif bagi Wisatawan dikarenakan kejenuhan terhadap hiruk
pikuk kehidupan di kota besar,”
Wasit Ginting selaku panitia kegiatan mengatakan” melalui Visit
Barus Jahe ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi terhadap pengembangan
Barus Jahe menjadi salah satu
percontohan bagi daerah lainnya yang
pada akhirnya menjadi sarana pembinaan dan motivasi bagi pengelola desa
wisata,”
Adapun hal-hal Panitia yang dikatakan dan menamai dirinya Aron Anak Kuta Barus
Jahe sudah melakukan pembenahan seperti,
1. Barusjahe tourism board
2. Barusjahe travel bus
3. Galery
4. Sanggar
5. Lembah seribu
bunga
6. Home
stay dan sarana pendukung lainnya.<><><><><><><><><><><><><><><>MEJUAH-JUAH<>><><><><><><><><><><><><><><><><><>
Monday, 13 June 2016
Perubahan Sosial Masyarakat Karo (Ngampeken tulan-tulan)
Oleh Joy
Harlim Sinuhaji
Pada
sekitar dibawah abad ke 19 masyarakat Karo, masih hidup dibawah kebudayaan Hinduisme. Individu Karo, apabila melakukan kegiatan spiritualitasnya dengan
melakukan sesajen yang dikenal dengan istilah Ercibal atau Cibal-cibalen. Pada
zaman ini setiap individu Karo apabila wafat atau meninggal dunia akan
dibakar (mohon informasinya tentang istilah/sebutan tentang pembakaran mayat ini
dalam bahasa karo) dan abunya di ombakken atau dihanyutkan melalui
sungai. Oleh karenanya sangat sulit bagi kita untuk menemukan kuburan
masyarakat Karo yang usianya lebih dari 70 tahun saja.belakangan ini,dalam tata
cara adat masyrakat Karo ada istilah "Ngampeken tulan-tulan".sejak
kapan kah perubahan sosial ini terjadi di Karo ?Perubahan sosial ini terjadi belum terlalu lama.acara adat "Ngampeken tulan-tulan"ini usianya masih sangat belia.hal ini bisa terjadi oleh karena peristiwa politik yang terjadi pada saat revolusi kemerdekaan di Indonesia.setelah kemerdekaan diproklamirkan oleh Sukarno-Hatta,maka Belanda melakukan agresi militer pada tahun 1947 dan 1949.untuk menghadapi ini,maka Sukarno mencanangkan politik bumi hangus kepada seluruh rakyat Indonesia.tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan,maka rakyat Karo melakukan eksodus keluar dari desa/kampung halamannya untuk mengungsi kepedalaman serta membakar desanya.
Untuk
peristiwa yang heroik ini,masyarakat karo pernah mendapatkan surat penghargaan
dari proklamator.pada saat situasi politik seperti ini,maka orang karo yang
secara tradisionil apabila wafat melakukan upacara adat tidak dapat
melakukannya. Pada saat itu setiap ada yang wafat tidak dilakukan acara adatnya
apalagi sangat repot untuk melakukannya dan pembakaran mayatnya. Oleh karena
itu.sebagai akibat situasi politik masyarakat karo yang wafat di daerah
pengungsian ditanam begitu saja tanpa di adati.
Setelah penyerahan kedaulatan kepada pemerintah ri,maka masyarakat kembali dari daerah pengungsian.dan bisa dengan aman serta nyaman untuk melakukan aktivitas ekonominya sehari-hari.dan mulai makmur secara ekonomis.segera setelah mendapatkan rejeki secara materi orang-orang karo tidak pernah lupa akan leluhurnya.maka mulai lah jasad ayah dan bunda dijemput dari tempat pengungsian serta dibawa ke kampung halaman dan di adati.sejak saat itulah acara adat ngampeken tulan-tulan terlegitimasi secara monumenta dan menjadi bagian daripada adat istiadat karo yang fenomenal sebagai sebuah perubahan yakni perubahan sosial.
Sunday, 17 January 2016
Pendaftaran Zeqita Karo Idol 2016
Pendaftaran ZEQITA KARO IDOL " akan di mulai 19 Januari 2015 hingga tanggal Audisi setiap daerah.
Persyaratan Pendaftaran :
- Berusia Minimal 16 Tahun.
- Berkewarganegaraan Indonesia
- Belum Pernah Rekaman, apalagi memiliki album
- Administrasi pendaftaran Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah)
TEMPAT PENDAFTARAN
1:LANGKAT-Radio RPC FM binjai
2:KARO-Radio Gray FM- Radio Turang
3:MEDAN-Radio Sikamoni FM-Radio Kardopa FM-caffee Q Villa Zeqita.
4:DELISERDANG-Radio TSM FM
5:SIANTAR-Radio CAS FM

Hadiah untuk Juara 1, 2 dan 3 akan memenangkan masing masing 1 ( buah ) Mobil dan Finalis 1 hingga 10 akan dinaungi oleh M
anajemen Zeqita selama 2 (dua) Tahun,
Informasi Lebih Lanjut :
www.zeqitakaroidol.com atau melalui Fb Zeqita Karo Idol (081263383388)
Audisi di berastagi :
Daftarkan diri anda di Radio Gray FM dan Radio Turang.
Monday, 21 December 2015
Kasih Sayang Ibu Tak Terbalaskan Kita, Anaknya
" Tengah berngi si mesuni
Medak kal aku.....
Ku inget kam nandengku
Er kusik pusuhku
Bagi tempa ku begi sora
Tedeh kal aku nindu
Nande ku ......nandeku
Nande....
Kuinget kerina bage, Perbahanenku.
Sila erngadi erbahan sigel ukurndu
Piah Ngerance kal kap daging si kubaba
Nande ku.....nandeku
Nande....
Udan La tampil Udan, idalani nande
Las la tampil Las, pe igengkendu
Piah ersada iluh ras panasndu
Lako ngepkep, kami kerina anakndu
Nande.....
Emaka robah kal aku, emaka jera kal aku
Ula nari tangis , Ula nari ngandung nandengku
Emaka Robah kel aku.,emaka jera kal aku
Ula nari tangis, Ula nari ngandung nandengku........... "
................................................................................
Sepenggal lirik yang sudah tidak asing kita dengar , bait demi baitnya mencerminkan bagaimana sedihnya, ketika kita mendengarkan lirik lagunya . Mungkin kita terkadang sadar atau tidak, namun begitulah keadaannya. Sebagian dari kita mungkin masih bersyukur ketika masih mempunyai ibu yang sedang bekerja di ladang, dirumah maupun jauh dari kita. Dirinya merelakan waktunya demi kita, demi sekolah kita, demi kuliah kita dan demi masa depan kita.
Pernahkah kita merasakan, apa yang dirasakan ibu kita ?. Pernahkah kita memperhatikan raut wajahnya yang kelelahan ketika dirinya pulang dari bekerja demi mencari dan memenui kebutuhan kita ?.
Ketika kita sendang menikmati canda tawa kita, disaat kita makan, maupun sedang berjalan jalan ke suatu tempat dan ketika itu kita melihat, ada seorang ibu yang merelakan dirinya di teriknya mentari bekerja tanpa menikmati sesuap nasi sekalipun demi memperoleh uang untuk dapat dikirim kepada anaknya.
Ibu adalah manusia yang takkan tega melihat dan menyaksikan anaknya menderita. mungkin jika diberikan pilihan kepadanya antara hidup dan kematian yang sangat menetukan , dirinya akan memilih mati agar kita sebagai anaknya tetap hidup. Diwaktu kita kecil dahulu, mungkin kita tidak akan pernah ingat, ketika ibu kita dengan sangat rela membersihkan kotoran, kita tidak akan pernah sadar dan menyaksikan kesabaranya menyuapi kita disaat rewel dan dengan sabar menunggu malam cepat berlalu ketika kita terbaring sakit.
Terkadang akan ada saja kekesalan yang kita rasakan dengan berbagai alasan kepada orang tua kita, baik itu merasa tidak dihargai atau merasa kurang disayangi dan ada perbandingan diantara kita dan lainnya , tetapi sadarkah kita ? bahwa kita telah menghilangkan satu nilai penting yang sangat berharga di kehidupan ini , yaitu tuntuan kita sebagai seorang anak yang senantiasa berbakti kepada orang tua kita termasuk khususnya dalam hal ini ibu kita yang berjuang dengan gigih saat melahirkan kita, pastinya kita tak akan ingat ketika ia dengan rela hati membawa kita kemanapun ia pergi saat kita dalam kandungannya lebih kurang selama 9 bulan lamanya.
Kasih sayang ibu tidak mungkin dapat kita bayar sampai kapanpun, Dirinya adalah hutang kita yang tak mungkin pula dapat kita lunasi sampai kita mati walau seluruh jagat raya ini dijual sekalipun.Disaat kita sudah mampu berpikir dan berbuat disitulah kita harus mulai mengabdi kepada orang tua kita, karena kehidupan yang diberikannya kepada diri kita adalah kehidupannya. Suatu saat dirinya akan menua termakan oleh lapunya usianya, penglihatan yang terang akan menjadi kabur dirasakannya, badannya yang kekar akan renta, lemah tak berdaya karena kesehatannya akan berkurang sedikit demi sedikit.
Jika kita masih memiliki Ibu yang tidak satu rumah dengan kita, maka datangilah dirinya dan peluk mereka, cium dirinya dan katakan kita sangat sayang kepada dirinya,kemudian ketika kita berada dalam perantauan , jangan malu dan sungkan menelepon mereka, Jangan Biarkan sedetik suara mereka terlewatkan katakan kita akan pulang dan membawa cerita kebahagiaan kepada mereka.
" Selamat Hari Ibu Kepada Seluruh Ibu Di Dunia Ini, Tanpamu Kami tidak Akan Bisa Seperti Ini "
Wednesday, 16 December 2015
Hasil Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati Karo Dan Wakil Bupati Karo Tahun 2015
Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karo Tahun 2015
Berastagi, 16 Desember 2015 Pukul 14.54 Wib
Nomor Urut 1 dengan perolehan suara sebanyak 5.023 ( Lima Ribu Dua Puluh Tiga Suara )
2. Sudarto Sitepu / Herman Karo Karo Purba
Nomor Urut 2 dengan perolehan suara sebanyak 28.697 ( Dua Puluh Ribu Enam Ratus Sembilan Puluh Tujuh ) Suara .
3. Ir Ramon Bangun / Ir Edi Ulina Ginting
Nomor Urut 3 dengan perolehan suara sebanyak 35.641 ( Tiga puluh lima ribu enam ratus empat puluh satu ) suara .
4. Pt Layari Sinukaban / Dk Ramlan Tarigan
Nomor Urut 4 dengan perolehan suara sebanyak 31.424 ( Tiga puluh satu ribu empat ratus dua puluh empat ) suara
5. Cuaca Bangun / David Ginting Manik
Nomor Urut 5 dengan perolehan suara sebanyak 11.645 ( Sebelas ribu enam ratus empat puluh lima ) Suara.
6.Terkelin Brahmana / Cory S Sebayang
Nomor Urut ^ dengan perolehan suara sebanyak 44.742 ( Empat puluh empat ribu tujuh ratus empat puluh dua ) suara .
7. Bangkit Sitepu / Simon Sembiring.
Nomor Urut 7 dengan perolehan suara sebanyak 24.284 ( Dua puluh empat ribu dua ratus delapan puluh empat ) suara.
Subscribe to:
Posts (Atom)









