Wednesday, 25 March 2015

Merga Peranginangin Dalam Masyarakat Karo

Perangin angin merupakan salah satu merga di merga didalam masyarakat karo dimana perangin-angin dikatakan tambar malem. pengertian tambar malem sendiri dikarenakan perangin-angin mergana ini mampu mengolah kata kata  untuk menghibur atau mencari jalan keluar didalam setiap masalah.

Perangin-angin sendiri merupakan orang yang tepat sebagai mediator atau moderator. kepintaran mengolah kata kata di merga silima yang ada hanya dimiliki oleh perangin-angin,walaupun cenderung perangin angin sifatnya harus di bujuk dan cemburuan. Perangin-angin sendiri adalah orang yang berani bertindak dan mengemukakan pendapat. posisi perangin angin di jari jemari ada di kelinggking dimana jika diartikan,segala sesuatu masalah dapat diselesaikan dengan gampang dan sangat kecil.

Sementara beru Perangin-angin dikenal dengan pribadi yang manja,kreatif, berjiwa ingin tampil dan kebanggaan bagi dirinya ketika diperhatikan oleh orang lain dengan  kemampuan yang dimilikinya. pribadi beru perangin angin sendiri sangatlah keras didalam keluarganya sendiri walaupun di luar keluarganya dia adalah pribadi yang santun dan mengerti akan tata krama yang ada, terlihat pendiam meskipun terkadang ketika marah, dirinya tidak memperdulikan apapun.

Adapun Sub Merga Perangin-Angin adalah sebagai berikut :


  1. Peranginangin Namohaji di Kutabuluh.
  2. Peranginangin Sukatendel di Sukatendel.
  3. Peranginangin Mano di Pergendangen.
  4. Peranginangin Sebayang di Perbesi, Kuala, gunung dan Kuta Gerat.
  5. Peranginangin Pencawan di Perbesi.
  6. Peranginangin Sinurat di Kerenda.
  7. Peranginangin Perbesi di Seberaya.
  8. Peranginangin Ulunjandi di Juhar.
  9. Peranginangin Penggarus di Susuk.
  10. Peranginangin Pinem di Serintono (Sidikalang).
  11. Peranginangin Uwir di Singgamanik.
  12. Peranginangin Laksa di Juhar.
  13. Peranginangin Limbeng di Kuta Jurung, Biru-Biru, Deli Serdang.
  14. Peranginangin Singarimbun di Mardinding , Kutambaru dan Temburun.
  15. Peranginangin Keliat di Mardinding.
  16. Peranginangin Kacinambun di Kacinambun.
  17. Peranginangin Bangun di Batukarang.
  18. Peranginangin Tanjung di Penampen dan Berastepu.
  19. Peranginangin Benjerang di Batukarang




Tuesday, 24 March 2015

Merga Karo Karo Dalam Masyarakat Karo

Karo-karo adalah salah satu marga dalam Suku Karo. Marga ini juga merupakan salah satu dari lima marga besar (Tarigan, Ginting, Sembiring, dan Perangin angin) dan mempunyai sub merga yang banyak . Merga Karo-karo rata-rata cerdas dalam berpikir dan bertindak,Karo-karo biasanya berkemauan kuat dan berusaha keras meraih cita-citanya. Karena kemauan dan kerja kerasnya itu tidak sedikit Karo-karo berhasil meraih segala keinginannya.walaupun adanya istilah ' Pinakit Karo Mergana ' bukan berarti keseluruhan merga Karo Karo seperti itu.Didaalam konsep Jari jemari, Karo karo diposisikan di Jempol, dimana ciri ciri fisiknya Pendek dan gemuk tetapi mantap

Beru Karo terkenal berani dalam bertindak.pekerja keras,cemburuan, ketika ada yang tidak sesuai keinginan hatinya maka apapun bisa dikata-katainya. Cenderung bersifat mendominasi dalam rumah tangga seperti mengatur suami, dan lain nya . Tapi beru Karo terkenal kepintarannya sebagai penyeimbang rumah tangga mampu menjadi penengah didalam setiap permasalahan.


Adapun sub merga dari Karo Karo adalah sebagai berikut
  • Barus , Kuta Pantekenna: Barusjahe, Buntu, Barusjulu, Tanjung Barus, Talimbaru, Serdang, Penampen
  • Bukit , Kuta Pantekenna: Bukit, Buluhawar
  • Guru Singa , Kuta Pantekenna: Gurusinga, Rajaberneh, Rumah Sumbul
  • Jung , Kuta Pantekenna: Kutanangka, Perbesi, Kalang, Batukarang
  • Kaban , Kuta Pantekenna: Kabantua, Pernantin, Bintang Meriah
  • Kacaribu , Kuta Pantekenna: Kacaribu, Kutagerat
  • Kemit , Kuta Pantekenna: Kutabale, Mulawari
  • Ketaren , Kuta Pantekenna: Ketaren, Raya, Sibolangit, Pertampilen, Kutabale
  • Purba , Kuta Pantekenna: Kabanjahe, Berastagi, Kutakepar, Laucih
  • Samura , Kuta Pantekenna: Samura
  • Karo Sekali , Kuta Pantekenna: Seberaya, Bertah, Kuta Julu
  • Sinubulan , Kuta Pantekenna: Bulanjahe, Bulanjulu
  • Sinuhaji , Kuta Pantekenna: Ajijulu, Ajibuhara, Ajimbelang, Ajijahe (Ajisiempat)
  • Sinukaban , Kuta Pantekenna: Kaban, Sumbul
  • Sinulingga , Kuta Pantekenna: Lingga, Bintangmeriah, Gungmerlawan
  • Sinuraya , Kuta Pantekenna: Bunuraya, Kandibata, Singgamanik
  • Sitepu , Kuta Pantekenna: Sukanalu Teran, Sukanalu, Naman, Beganding
  • Surbakti , Kuta Pantekenna: Surbakti, Gajah
untuk urun urun  sendiri ada beberapa yang didalam merga karo karo karo dan berunya


  1. Sitepu,  dilaki : Ganding, diberu : Goda 
  2. Sinulingga, dilaki : Mangkok/ Suang,diberu : Corah/ Rebo
  3.  Surbakti, dilaki : Getah ,diberu : Megoh
  4.  Purba,dilaki : Torong/tokal, Puhu  diberu : Ngerbo.
  5. Kaban, dilaki: Cinor,diberu : Topan
  6. Kacaribu, dilaki: Modul/ Mitut,diberu: Ngerbo
  7.  Ketaren, dilaki: Kolam,diberu: diberu: Cirum
  8. Sinuraya, dilaki: Tabong,diberu: Lebeng

    Bujur ras Mejuah Juah 



Saturday, 21 March 2015

Merga Sembiring Pada Masyarakat Karo

 Merga Sembiring, adalah salah satu merga Karo (dari Merga Silima) yang juga merupakan salah satu merga terbesar (Merga dengan Sub terbanyak ), sehingga tentunya besar juga permasalahan-permasalahan sosial yang timbul dan harus di hadapinya.

Menurut sejarah,Merga Sembiring Sebagian  berasal dari India. Dimana mempunyai ciri ciri sebagai berikut : badan besar, kulit gelap, hidung besar dan lebar, dan bersuara besar.sedangkan sebagian lagi berasal dari  Kuala Ayer Batu, kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi lalu dibagi pula menjadi dua kelompok besar, yaitu si man biang dan  si la man biang.


Asal mula pengelompokan merga sembiring si man biang dan si la man biang tidak terlepas dari kisah pelarian Sembiring dari India,setelah menipu Raja Aceh yaitu dengan mempersembahkan seekor gajah putih padahal sesungguhnya adalah seekor kerbau yang dicat dengan tepung beras. Namun, pada saat mempersembahkannya hujan turun sehingga tepung beras yang melumuri kerbau tersebut luntur sehingga ia harus melarikan diri.Dalam pelariannya ia menemukan jalan buntu dan satu-satunya jalan hanya menyeberangi sungai. Sembiring Keling tersebut tidak dapat berenang sehingga ia bersumpah siapapun yang dapat menolongnya akan diberi imbalan yang sesuai.

Ternyata ada seekor anjing yang menolongnya sehingga ia selamat sampai ke seberang dan dapat meloloskan diri dari kejaran pasukan Raja Aceh. Setelah diselamatkan oleh anjing ia akhirnya bersumpah bahwa ia, saudara-saudara dan keturunannya tidak akan memakan anjing sampai kapanpun.

Akibat dari sumpahnya akhirnya semua Marga Sembiring yang berasal dari India Belakang beserta keturunannya ikut menanggung akibatnya sampai saat ini, yaitu apabila ada keturunan Sembiring Simantangken Biang yang memakan anjing maka akan mengalami gatal-gatal di tubuhnya.kisah ini yang mengawali Sembiring si la man biang yang berasal dari India.

Sembiring Si la man biang juga kerap dikatakan Sembiring Singombak karena pada dasarnya mereka penganut ajaran Pemena (Senata Dharma/Hindu), sehingga jika meninggal dunia jasadnya dibakar dan di “OMBAKEN (hanyutkan)” dengan menggunakan guci diatas sebuah perahu kecil. Menurut cerita, dulunya dilakukan di “Lau Biang (Sungai Wampu).

Sedangkan Sembiring si man biang atau si la ngombak berbanding terbalik dengan yang dilakukan oleh sembiring yang berasal dari India.


Beberapa merga sembiring bisa sepengambilan dimana menurut cerita, pada jaman dahulu ketika merga yang lain selain  sembiring pada masyarakat karo melihat  sembiring mergana yang melakukan ritual ngombakken abu jenazah setelah dibakar terlebih dahulu merasa ketakutan dan menyebabkan Sembiring di jauhi dan tiada yang mau melakukan perkawinan pada merga sembiring, sehingga seluruh merga sembiring melakukan Pertemuan ( runggu ), hasil dari pada pertemuan atau runggu tersebut ialah, Merga sembiring dapat melakukan perkawinan dengan sesama merga sembiring dengan syarat : Simantangken ( Si la man biang ) dengan Si la ngombak ( si man biang ) sedangkan diluar pada itu tidak di perkenankan.


Adapun pembagian Sembiring si man biang dan Sembiring Si la man biang adalah sebagai berikut  :



Sembiring Si man biang ( si la ngombak )


  1. Sembiring Kembaren
  2. Sembiring Keloko
  3. Sembiring Sinulaki, dan
  4. Sembiring Sinupayung



Sembiring Si Mantangken Biang  ( Si Ngombak )


  1. Brahmana
  2. Meliala
  3. Muham
  4. Maha
  5. Pandia
  6. Pelawi
  7. Depari
  8. Colia
  9. Tekang
  10. Gurukinayan
  11. Bunuaji
  12. Keling
  13. Busuk
  14. Sinukapur
Merga Sembiring rata-rata berjiwa diplomatis,Sedikit berbicara tapi dalam artinya. Terkadang pelan-pelan mengutarakan pendapatnya sehingga keinginan hatinya diterima semua orang.Cenderung malu dan takut mengutarakan cinta pada gadis yang dipujanya. Bahkan sekalipun ditanya apakah dia mencintai gadis itu dengan cepat akan ditampiknya dengan halus. Didalam kisah percintaan,sembiring dikenal penyayang,siap memberikan apapun kepada pasangannya ketika pasangannya tersebut dapat mengambil hati dari sembiring mergana, Sembiring mergana terkenal dengan sifat pecemburunya walau dibalik cemburu tersebut, kasih sayang yang diberikannya terlihat lebih walau terkadang membuat kesal pasangannya

Beru Sembiring berjiwa penyabar. Walau banyak yang tidak menyenangi dirinya dengan sabar dia akan menerimanya. Cenderung sebagai penguasa rumah tangga. Sehingga rumah tangga berada dibawah kendalinya. walaupun demikian, orang yang mengawini beru sembiring di ketahui akan memperoleh kemakmuran melebihi yang di ingin kan .

  



Tuesday, 17 March 2015

Tampil Anggun dengan Uwish detail's ( Part II )

" Uwish detail's yang berbahan baku kain Beka buluh ( kain khas adat karo ) kini sudah sampai ke ujung timur negara indonesia ( Papua ) bahkan sampai ke negeri kincir angin Belanda "

Uwish detail's ( Part II ) hadir kembali untuk menuruti keinginan pasar yang terus bertambah dengan  memberi masukan desain baru sehingga kinerja terus ditingkatkan  dan untuk menambah penampilan para wanita untuk lebih tampil menarik dan anggun ketika mengenakan nya dan menunjukan identitas diri sebagai orang yang bangga akan kinikaroonya.

Uwish detail's  Part (I) yang awalnya hanya berbahan dasar kain tenun beka buluh yang ketika digunakan memberi Aura tersendiri bagi pemakainya. Kini Produk uwish detail's  ( Part II) yang hadir baru baru ini melahirkan beberapa produk dengan bahan baku yang menggunakan kain Uis Nipes Karo yang  siap digunakan kemana saja dan dimana saja.

Meskipun berbahan dasar kain Uis nipes, produk uwish detail's (Part II)  ini tidaklah kalah menariknya  dengan bahan dasar Uis beka buluh karena lebih menunjukan ciri khas Wanita karo .

Penampilan mempunyai arti yang sangat besar bagi seorang wanita. Penampilan memberi kenyamanan bagi wanita untuk tampil dengan menarik. Hal ini menjadi alasan bagi Pembuat Uwish detail's untuk selalu melihat keinginan dari para peminat pasar tanpa meninggalkan identitas Budaya Karo  


Produk uwish detail's ( Part II ) yang baru tercipta ini mungkin masih terbatas tapi dalam waktu dekat kedepan  pembuat Uwish detail's akan mencoba memproduksi lebih banyak karena keterbatasan tenaga didalam mengerjakannya.

Uwish detail's ( part I) yang pasarnya sudah mencapai ujung timur Indonesia bahkan ke luar negeri dan permintaan yang terus bertambah membuat sang kreator Uwish detail's coba meningkatkan kinerjanya


Kapan Lagi kita punya yang bisa buat kita tampil anggun tanpa melupakan identitas kita ???


Langsung Pesan, Sekarang juga.............................!!!!!
Jangan sampai Ketinggalan
Buruan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Juga menerima Pesanan sesuai dengan keinginan :)



Fb : Averiana Barus
Twitter : @averianabarus
Email : averiana@gmail.com
Web :www.facebook.com/pages/Uwish-Details/1515541905362754
 Hp :081322773877 


" Aku Cinta Karo, Karena Aku Adalah Karo "





Karo Bukan Batak

Karo bukan Batak walaupun ada mungkin Keturunan Marga Batak yang menjadi bagian dari  Merga Karo.Wajar mungkin didalam adat perkawinan Karo, tidak mungkin dicampurkan adukan adat yang berbeda dengan adat Perkawinan karo, sehingga haru di Karokan dengan penambalan merga ataupun acara yang sah dan adat perkawinan disuku karo bisa dijalankan,ada juga  yang mempercayai jika Karo berasal dari banyak suku yang menjadi satu  suku yaitu Suku Karo

Beberapa Alasan Karo Bukan Batak :
  1. Wilayah karo disebut dengan Taneh Karo Sedangkan Wilayah Batak disebut dengan Tano Batak.
  2. Salam Khas karo adalah Mejuah juah sedangkan Batak adalah Horas.
  3. Lagu dari daerah batak disebut dengan Lagu Batak sedangkan dari Karo disebut dengan Lagu karo
  4. Alat musik Karo juga berbeda dengan Musik batak

Nama GBKP sering menjadi ganjalan bagi sebagian orang Karo untuk bisa menerima Karo bukan Batak. Perlu diketahui bahwa Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menjadi nama gereja itu bukanlah sejak awal masuknya Kristen ke Tanah Karo. Pada mulanya missionaris Belanda dari NZG (Nederlandsch Zendeling Genootschap) mendirikan Gereja Karo. Ketika Jerman menaklukkan Belanda pada Perang Dunia II, Gereja Karo diubah namanya melalui Sidang Sinode I menjadi Gereja Batak Karo Protestan di tahun 1941. Ingat, kekristenan di daerah Batak dikembangkan oleh Reinisch Mission (RM) dari Jerman sedangkan di daerah Karo oleh NZG dari Belanda. Alasan pemberian nama GBKP jelas politik. Salah satu runggun, di Kampung Karo (Siantar), tidak setuju atas peubahan nama ini. Mereka sampai sekarang tetap mempertahankan nama Gereja Karo.

Bagaimana menurut kita, tentang karo ini?
Mungkin ada yang bisa menambahi atau mengkritik tentang Karo Bukan Batak ini.

Monday, 16 March 2015

Dijual Rumah dapat bonus Nikahi Pemilik Rumah

"Penawaran langka abad ini !!! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah,"

Seorang perempuan asal Yogyakarta bernama Wina Lia itu jadi sorotan media tanah air lantaran iklan jual rumah miliknya yang tergolong unik.Rumah yang dijual Wina berdiri di atas lahan seluas 523 meter persegi dan terletak di Randugunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Wina membanderol dengan harga Rp 999 juta. Harga yang tidak mengada-ada jika dibandingkan dengan harga pasaran.

Iklan ini diposting di sebuah situs jual beli rumah pada 7 Maret 2015 disertai foto Wina tengah berpose di belakang mobil.Dian juga membuat tulisan melalui chat dan media sosial: "Penawaran Langka Abad Ini!!! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah (syarat dan ketentuan berlaku) hanya untuk pembeli serius dan tanpa nego".

Ada beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui soal Wina. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.


1. Wina adalah orang tua tunggal (single parent)
Wina Lia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang single parent. Ia punya dua orang anak, satu berusia 21 tahun, sementara seorang lainnya berusia 14 tahun. Tinggal hanya berdua bersama salah satu anaknya, Wina serius sedang mencari seorang lelaki yang bisa menjadi pendamping hidup sekaligus ayah yang baik bagi kedua anaknya.

2. Wina menjalankan usaha wiraswasta
Wina adalah seorang perempuan mandiri yang mengaku berprofesi sebagai wirausahawati. Namun, ketika ditanya, Wina enggan mengungkap apa bidang usaha yang sedang ia geluti.

3. Wina fasih berbahasa Jawa halus
Saat diwawancarai, Wina mengaku asli orang Yogyakarta. Wina sempat berbincang-bincang dengan suara.com dengan Bahasa Jawa halus dialek Yogyakarta.

4. Wina mengaku baru mengenal Dian, agen pengiklan rumahnya
Wina menegaskan, bukan dirinya yang membuat dan mengunggah iklan tersebut ke situs jual beli rumah, melainkan seorang agen properti yang baru dikenalnya.
"Pemberitaan itu sebenarnya benar cuma yang mengekspos iklan itu memang bukan saya. Itu mas Dian, yang baru saya kenal lewat Facebook," papar Wina.
Menurut Wina, Dian adalah agen properti yang membantu memasarkan rumahnya lewat dunia maya.
"Dia itu agen properti independen, dia tanya apakah ada rumah atau tanah yang mau dijual. Kemudian, dia datang sendiri ke rumah untuk membahas rencana mengiklankan rumah saya," jelas Wina.

5. Wina 'gerah' dengan istilah "beli rumah bonus istri"
Perempuan berparas manis itu mengaku tidak senang dengan istilah "beli rumah dapat bonus nikahi pemiliknya" yang banyak beredar.
"Niat saya baik ingin jual rumah, ada susahnya ada senangnya. Susahnya banyak komen negatif," kata Wina.

Apakah Anda Berminat ?





Saturday, 14 March 2015

" Kolor Ijo "


Oleh Hujan Tarigan


KOLOR IJO sudah sampai di RT kami. Kabar itu merusak kedamaian warga. Beberapa hari yang lalu, Kolor Ijo masih merambat di RT sebelah. Rumah seorang janda beranak tiga diobrak-abrik. Kasihan janda itu, dia sempat digoda keperkasaan si Kolor Ijo. Tapi untung lah dia luput. Hanya hartanya saja yang habis digasak.

Walau hanya sas-sus, Kolor Ijo berhasil menancapkan namanya dalam agenda nasional. Warga di ibukota yang canggih ini terkesiap sejenak dan bergidik juga mendengar cerita yang masih diragukan kebenarannya itu.

"Aneh, di zaman internet begini, masih ada juga yang percaya dengan cerita begituan," kata Solihin sambil menyodorkan tempe goreng ke mulutnya.

"Eh, elu sih kagak percaya. Itu tuh, mpok Rumine nyang ngomong sendiri ke gua. Katanye nih ye, tadi malem ada sesosok mahluk aneh sedang ngetem di rumahnye," kata mpok Salma serampangan.

"Ah masak mpok. Pegimane ceritanye?" mpok Ida masih kurang percaya. "Yah, masak gua bohong," kata penjual warung itu.
"Nih die nih," mpok Salma mulai bercerita.
"Tadi malem mpok Rumine mau ke wc. Nah, wc di rumahnye, pan harus ngelewatin dapur."
Sampai di situ mpok Ida dan Solihin mendengar dengan serius. "Nah, pas die mau ngelewatin dapurnye, die ngelihat ade sekelebat bayangan."

"Penampakan kali mpok," potong Solihin.

"Ngelihat pemandangan ntuh, mpok Rumine ngacir ke kamarnya dan ngebangunin suaminya, Bang Jalil. Setelah bangun, Bang Jalil ame mpok Rumine balik lagi ke dapur. Tapi sebelum itu mpok Rumine sempat nyamber bambu kuning ame daun kelor yang ditempelin di pintu kamarnye. Dan Bang Jalil nyamber golok. Kedua laki bini itu membuka pintu," kata mpok Salma sembari memperagakan adegan demi adegan. "Dengan segala ayat-ayat suci yang mereka hapal, akhirnya dengan mudah laki-bini itu tiba juga di dapur."

"Die nih bang. Aye ngelihat ntu bayangan," sambung mpok Salma menirukan mpok Rumine. "Ah di mane? Kagak ade," kata mpok Rumine menirukan Bang Jalil. "Tapi tadi ade Bang. Aye ngelihat die main-mainin tudung saji," mpok Rumine lagi sambil membuka tudung saji.

"Kampret," tiba-tiba dengan keras mpok Salma melompat hampir menjatuhkan gorengan yang baru ditiriskan.
"Eh, kampret-kampret," sambung mpok Ida latah. Dan Solihin pun seperti tersentak kaget, "Kampret," bisiknya.
"Emang tuh kolor Ijo berubah jadi kampret?" tanya Solihin serius.
"Yah kagak. Denger nih, gue lanjutin tuh cerita," kata mpok Salma sambil memasukkan singkong ke minyak panas.

"Jadi sewaktu mpok Rumine membuka tudung saji nyang ade di meja makannye, die kaget setengah mati. Dan berteriak-teriak kampret. Nah Bang Jalil kaget dan kata mpok Rumine, die nyabut tuh golok dari sarungnya.”

"Apa tuh jengkol dimakan ame Kolor Ijo mpok?" tanya mpok Ida pada mpok Salma.

"Ye, gue gak tau." Jawab mPok Salma. "Wah tuh demit kelaparan kali," kata Solihin.

"Norak lu!" kata mpok Salma pada Solihin yang asal nyeletuk.
"Mpok beli nasi uduknya," pembicaraan itu terhenti ketika seorang anak kecil tiba-tiba muncul membeli nasi

II
Kolor Ijo membuka cabang. Mahluk yang dikabarkan memiliki congor seperti babi, kuping yang panjang seperti kelelawar, kuku hitam dan panjang-panjang, tubuh yang gemuk pendek dengan bulu yang tumbuh di sekujur kulitnya yang berwarna gelap, muncul seperti zombie yang menakutkan di daerah pinggiran Jakarta.

Menurut cerita, awalnya Kolor Ijo barawal dari seorang lelaki yang menuntut kesaktian. Dengan syarat memperkosa wanita, gak peduli gadis, atau janda dengan jumlah yang telah ditentukan.

Ilmu itu dipercaya dapat membuat lelaki itu menjadi kebal, bisa menghilang, cepat kaya, dan tentunya perkasa. Konon agar tidak terlihat orang, mungkin, lelaki itu harus telanjang dalam setiap operasinya. Namun, mungkin lagi, setelah lelaki itu bargaining dengan Sang Guru, dia diperbolehkan memakai kostum.

Mungkin pada awalnya, lelaki itu menghendaki sebuah sarung sebagai aksesoris operasionalnya. Mungkin ketika itu sarung yang dimilikinya berwarna kuning. Sehingga memungkinkan lelaki itu dikenal sebagai si “Sarung Kuning”. Masih mungkin, ketika lelaki itu memulai operasinya yang pertama dengan telanjang dan hanya ditutupi sarung yang berwarna kuning tadi, dia merasa terhalang oleh sarungnya sendiri. Sehingga secara alamiah, nalurinya menyarankan agar melepas satu-satunya penutup yang dapat menahanya dari rasa dinginya malam. Mungkin setelah sarung kuningnya lepas, satu-satunya yang tersisa melekat ditubuh si lelaki itu adalah kolor. Kebetulan sekali berwarna hijau! Mungkin itulah yang terjadi pada sejarah Kolor Ijo. Tapi, kenapa harus Kolor Ijo? Bukannya Kancut Ijo atau Sempak Ijo atau Celana Dalam Ijo?

III
Isu Kolor Ijo menggemparkan Jakarta. Serentak dengan kemunculanya si Kolor Ijo, tadi pagi di tv Odon melihat berita, koridor busway yang baru diresmikan Bang Yos sudah pada rusak. Sampah di Bantar Gebang membnggunung dan membentang. Kaleng pemilu yang disediakan KPU belum cukup. Amerika keliru menyerang Irak. Flu burung menyebar di Asia. George Soros mengganjal Bush. Semuanya nyatu, Odon pusing. Semua orang pusing.

Suatu malam ketika ronda di RT kami sedang berjaga, tiba-tiba Pak Leman dari RT sebelah berteriak berlari ke RT kami. Pak Leman memberi kabar, di RT-nya terjadi suatu peristiwa penting. Kolor Ijo tertangkap! Maka seketika itu pula RT kami terpukau dengan kabar itu. Para lelaki di RT kami melindungi rumah-rumahnya dengan golok dan apa saja yang ada di tangan. Tak terkecuali Odon yang masih numpang hidup di rumah bapaknya. Sedangkan para wanitanya meringkuk di ujung ranjang yang sudah dihiasi bambu kuning dan daun kelor.

Seperti ceritanya, akhirnya Kolor Ijo yang ini dapat diringkus tanpa melakukan perlawanan. Hampir saja, seluruh warga yang pada dasarnya berhati mulia, membantainya di tempat. Mahluk yang disangka Kolor Ijo terduduk lesu di pekarangan rumah Narji. Sekujur tubuhnya memar, darah keluar dari hidung dan kepalanya.

"Hayo, ngaku lu!"
"Bangsat lu ya!"
" Mau perkosa siape lu disini?!"
"Gue gampar juga lu!" Si Kolor Ijo terlihat cuma meringis, sebentar kemudian tersenyum-senyum.

"He eh, ngeledek lu ya?!"
"Sialan kebal lu ye?!"
"Awas luh!! Gua matiin lu!"

Mahluk yang hampir bugil itu akhirnya dipindahkan ke pos hansip. Dengan tertatih-tatih dia diseret paksa. Semua mengerumuni lokasi kejadian. Ingin melihat tampang si Kolor Ijo dari dekat. Membunuh rasa penasarannya masing-masing.

"Jang, panggil polisi," kata Tugiyo lakinya mpok Salma. Seorang wartawan nyelinap ke tengah kerumunan. Si Kolor Ijo cuma mesem-mesem.

"Saya ngelihat tuh setan lompat dari semak-semak belakang rumah bang Narji," ungkap Saipul yang meronda pada malam itu memberikan keterangan pada wartawan.

IV
"Ah, sialan lu!"
"Bakar aja."

Suara-suara makin liar berseliweran. Hiruk pikuk di pos hansip. Ketua RT datang bersama seorang ustad. Seorang pemuda dengan iseng menggetok kepala si Kolor Ijo dengan bambu kuning.

"Woi, lihat kolor nya!" teriak Solihin. Sontak semua orang mengarah pada Solihin dan menoleh ke arah si Kolor Ijo. Semua mata mendelik. Wajah si Kolor Ijo sudah bonyok dan lebih seram dari setan yang ada di film-film horor Hollywood. Tubuhnya memang tegap, tapi tidak penuh bulu, seperti yang dikatakan orang-orang tentang ciri-ciri si Kolor Ijo. Cuma bulu-bulu tipis yang menghiasi pusarnya. Dan, apa?! Keliru! Pak RT langsung kaget. Semua orang jadi tak percaya. Kolornya warna kuning. Dan basah. Dan bau kencing!

"Wah salah nih," seorang pemuda dengan lesu membalikan badanya.

"Kolornya warna kuning," kata mpok Indun yang ikut ronda malam itu.

"Bau kencing…"
"Wow apa nih?!"

"Doski adik seperguruan Kolor Ijo," teriak pemuda punk setengah teler.

Seorang bersepatu kets menghampiri mahluk itu. "Die anak bang Toyib warga RT sebelah!" katanya sambil memandang RT kami. Semuanya panik. Kata-kata berseliweran di mana-mana. Kepanikan telah meluncur bebas dari perut-perut yang dipenuhi cacian dan kebosanan. Semua senter diarahkan ke pemuda itu. Sinarnya seakan mau memastikan bahwa mahluk itu adalah Sukron anak tunggal Bang Toyib.

"Sinting," kata Pak RT mencoba menenangkan warga. Keributan tetap tak terhentikan, yang ada di dalam kerumunan itu, cuma rasa geram dan grrr, tawa.

Bang Toyib datang terengah-engah seperti mengutuki dirinya sendiri.
"Kadal buntung! Siape yang berani menghajar anak gue sampai begini macam?" Bang Toyib yang mantan jawara Jatinegara menerobos kerumunan di pos hansip sambil mengacungkan goloknya ke arah orang-orang. Semua warga menghindar.

"Sama gelonya," celetuk seseorang sembari meninggalkan kerumunan.

Bang Toyib murka. Pak RT sebelah coba menjelaskan duduk perkara. Saipul lemas dan kehilangan keberanian. Kerumunan sepi. Namun masih seperti lebah dengan suara-suara yang membuat sakit telinga.

Bang Toyib makin murka. Odon menghampiri kerumunan. Para wanita keluar dari rumahnya masing-masing. Sukron cengengesan. Pak Polisi datang bersama Jajang. Suasana sedikit mereda. Pak Polisi lalu mengangkut Pak RT, Saipul, Bang Toyib dan Sukron si Kolor Ijo gadungan.

V
Paginya cerita Kolor Ijo gadungan jadi pembicaraan di kedua RT yang bertetangga itu. Semua orang meributkan nasib Sukron yang malang. Para wanita di RT kami kembali diterkam rasa ketakutan. Terjadi polemik. Apakah Sukron merupakan anggota sindikat Kolor Ijo, atau bukan. Kalau terbukti bukan, itu artinya Sukron benar-benar gila, seperti yang diketahui warga mengenainya.

Opini warga kembali terbentuk dan kembali terbentur.

Sementara mpok Salma telah membuka stand baru di samping warung nasi uduknya. "Hal ini gue lakuin demi keamanan kite-kite juga pan?" katanya sambil menyendok nasi di termos.

Memang sebelumnya, Wak Haji Syarif pernah komplain pada Pak RT. Pasalnya, para warga secara liar dan serampangan telah menjarah tanaman hiasnya yaitu bambu kuning. "Ane kagak senang orang-orang pade seenaknye masuk pekarangan ane dan nebasin bambu-bambu ane. Pokonya ane gak senang! Nggak redho dunia akhirat," umpatnya suatu pagi di rumah Pak RT.

Karena semakin parah dan santer saja isu Kolor Ijo, maka mpok Salma menekan harga bambu kuning dan daun kelor yang menjadi bisnis lainnya kini. "Gile bener, masak beginian sampe tiga ribu?” ujar mpok Salma pada suatu hari. "Yah, lebih baik buang dikit daripada ilang banyak" sahut mpok Salma. Mereka tawar menawar ‘penangkal’ Kolor Ijo.

Sementara telah terjadi suatu peristiwa yang sangat penting di RT sebelah. Kedua pimpinan RT bertemu dan saling menyetujui pokok-pokok pikiran masing-masing delegasi. Secara kooperatif dan bertanggung jawab, kedua Ketua RT menyetujui sebuah resolusi, agar tidak terjadi lagi Sukrongate yang bisa menimbulkan desintegrasi dalam skala nasional. Persetujuan itu dikenal warga dengan nama "Konvensi Kolor Ijo".

Sehari setelah Konvensi Kolor Ijo ditandatangani, warga kedua RT saling bahu membahu dalam menangkal dan menolak epidemi Kolor Ijo. Plang, pamflet dan selebaran ditempel di gang-gang, di tembok-tembok rumah. Bunyinya, "Kawasan Bebas Kolor Ijo". Jam malam pun diberlakukan.

VI
"Dilarang keliaran tengah malam!" Odon membaca dengan keras peringatan yang ditempel di pintu masuk RT kami. Hal ini begitu janggal bagi Odon yang seorang mahasiswa. Kebebasan Odon buat bertemu pacarnya jadi terenggut hanya karena sebuah gosip.

"Gila," desisnya. Dia berjalan terus. Dengan setelan kemeja dan bawahan kain bahan, begitu rapi dia. Wangi lagi. Walau parfumnya murahan.

Jam delapan malam Odon tiba di rumah pacarnya. Awalnya Odon berniat mengajak sang pacar nomat, tapi karena sadar sudah malam, maka Odon dan pacarnyaa menghabiskan malam itu hanya dengan cubit-cubitan. Yah, seperti anak muda lainya, mereka hanyut dalam panasnya gelora cinta.

Kemeja Odon basah. Gerah. Pacarnya bosan hanya dengan cubit-cubitan. Mereka berdua ingin lebih lama lagi merasakan sakit sekaligus nikmatnya cubitan yang saling diberikan.

Mereka tersadar ketika jarum jam nyaris menyentuh angka 24.00. Jam malam telah terlewati. Kedua insan yang tengah mabuk asmara ini menghentikan aksinya yang dapat memusingkan malam.

"Ude malem say. Abang pulang dulu ye," suara Odon tercekat keterpaksaan.

"Iye deh Bang. Hati-hati ye," Odon mendengar suara pacaranya yang terputus-putus. Sambil saling meremas tangan, mereka tak bisa melakukan banyak hal.
Odon pamit pada camer-nya. Setelah itu kepada pacarnya. "Entar es-em-es aye ye bang," kata pacarnya dengan suara manja.

"Iye deh," Odon mengangguk lesu. Jam malam telah dilanggarnya.

Odon bergerak dari rumah sang pacar dengan mempercepat langkahnya. Kemeja Odon pun melambai-lambai oleh tarian angin malam. Keringatnya mulai diganti rasa dingin.

"Hei brenti!!" teriak seorang peronda mengejar Odon.

"Siape lu?!" Suara itu memburu. Odon ciut. Sepasang tangan mencengkram kemejanya.
"Busyet lu ye."
"Lu mau maling ya?!"
"Kagak Bang. Kagak," Odon ketakutan hampir menangis.

Seorang pemuda lain muncul dari seberang Odon, berdiri dan menghampiri. Sambil berteriak-teriak, "Kolor Ijo! Kolor Ijo!"

"Ape? Lu Kolor Ijo?" sekepal tinju mendarat mulus di pipi Odon. Dunia berputar. Odon terjerembab ke jalanan.

"Ah, bawa dia ke pos!"

Odon diseret, sendalnya copot ketinggalan. Di Pos Hansip, peronda yang lain sudah menunggu. Odon didudukkan di sebuah bangku. "Hayo, ngaku lu. Gue gibeng lu!"

"Enggak, Bang. Bukan. Saya bukan mau maling Bang…" kata Odon mulai menangis.

"Ah sialan lu!” Kata seseorang memaki. "Lu Kolor Ijo ‘kan?!"
"Buka aje celananye. Telanjangi die…"

Odon bingung. Pertanyaan seperti batu yang dilemparkan ke kaca akuarium berisi lou han. Tangan-tangan mulai menyentuh pakaian rapinya. "Ampun Pak. Ampun Pak," kata Odon, tangisnya membesar.

"Aye Odon. Aye Odon." Namun para peronda tak mendengar penjelasannya.

"Ah, dasar Kolor Ijo lu!"
"Diem Lu!"
adalagi, "Bangsat lu."

"Kolor Ijo ketangkep, Kolor Ijo ketangkep! Kali ini Kolor Ijo yang asli…" seorang peronda melaporkan kejadian itu pada pak RT kami.

"Kolor Ijo ketangkep? Coba dichek lagi" Pak RT menyiapkan pakaianya.

"Lets go, kita ke pos" katanya pada peronda yang melapor.

Di Pos Hansip, Odon semakin pucat pasi. Kulitnya yang gelap terlihat lebih cerah. Seluruh senter mengarah ke tubuhnya. Semua peronda tertegun tak percaya.

Pak RT tiba di sana. Tanpa ba-bi-bu langsung menghampiri sesosok mahluk yang hampir bugil. Pak RT mengarahkan senternya ke arah penutup satu-satunya yang tertinggal di tubuh Odon. Pak RT terdiam. Odon semakin meraung.

"Saya Odon Pak. Odon…" teriaknya. Lalu meraung-raung seperti bayi. "Saya Odon anak RT sebelah Pak!" teriak Odon menghiba. Semuanya yang hadir seperti tersirep ilmu hitam. Tak bisa bergerak. Semua melongo. Semua menatap kolor Odon. Yah, kolor Odon ternyata berwarna hijau.

VII
Sulit diceritakan apa yang sebenarnya terjadi di sana pada saat itu. Yang pasti kini ada pamflet baru di setiap pojok RT. Isinya apa lagi kalau bukan pengumuman:

--DILARANG PAKAI KOLOR WARNA HIJAU!--

Ternyata pamflet itu ampuh. Kolor Ijo kini menjauh, menghindar ke arah kota. Kolor Ijo merayap mendekati Istana Negara…..


http://www.rmol.co/read/2012/06/30/69164/Rumah-Kaca:-Kolor-Ijo-#.T-7W2CNbQyp.facebook